Senin, 03 Juni 2013

CONTOH PROPOSAL PENULISAN ILMIAH

Diposting oleh Fildzah Zhafrina di 20.27 0 komentar Link ke posting ini
Judul : Pembelajaran Piano Tingkat Elementer

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Di zaman sekarang musik sudah tidak asing lagi bagi semua kalangan masyarakat. Berbagai macam jenis musik yang diketahui, diantaranya musik jazz, pop, rock dan lain-lain. Musik tidak hanya berperan sebagai hiburan, tapi juga memiliki peran penting terutama bagi anak, karena dapat memberikan manfaat diantaranya merangsang pikiran, memperbaiki konsentrasi dan ingatan, meningkatkan aspek kognitif, serta membangun kecerdasan emosional.
Biasanya musik tidak pernah lepas dari alat yang digunakannya seperti gitar, drum, piano, dan sebagainya. Setiap alat musik memiliki ciri khas suara musik tersendiri. Walau memainkan nada-nada yang sama, suara yang dihasilkan dari setiap alat musik tentu berbeda.
Piano menjadi salah satu alat musik yang paling baik untuk diajarkan kepada anak. Belajar piano dapat merangsang saraf motorik dan keseimbangan otak kanan dan kiri, yang berarti menyeimbangkan perkembangan aspek intelektual dan emosional, sehingga memiliki peran penting untuk pertumbuhan anak. Anak yang ingin mempelajari piano tentu membutuhkan suatu pembelajaran musik beserta pembelajaran piano. Namun pembelajaran musik seringkali disepelekan, pembelajaran yang ada umumnya hanya secara face-to-face.
Pembelajaran musik secara face-to-face sering kali terdapat kendala, seperti susahnya menyesuaikan jadwal antara pengajar dan murid. Dapat juga dipengaruhi dengan kondisi lingkungan yang kurang kondusif sehingga materi kurang tersampaikan secara jelas. Bahkan ketidakcocokan antara pengajar dan murid yang berakibat penurunan minat belajar.
 Beberapa pengajar juga masih mempercayakan media pembelajaran menggunakan buku. Selain media buku akan lebih cepat rusak dan sobek, media buku yang ada tidak disertai suara maupun animasi sehingga menimbulkan kebosanan pada anak. Agar pembelajaran alat musik bagi anak berkembang dengan baik, maka diperlukan suatu peningkatan baik cara, intensitas dan media belajar.
Berdasarkan masalah tersebut dibuatlah aplikasi pembelajaran piano secara mandiri menggunakan komputer. Aplikasi ini dapat memberi kesempatan atau alternatif lain pada siapapun untuk memulai belajar tentang musik tersebut tanpa harus merasa malu dan dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan waktu yang dimiliki user. Aplikasi pembelajaran piano akan dibuat secara interaktif dan menarik, dan disertai suara, animasi lucu serta virtual piano.

Batasan Masalah
Penulisan ilmiah ini hanya membatasi permasalahan untuk pembelajaran piano tingkat dasar atau elementer  yang ditujukan kepada anak umur 8 sampai 10 tahun. Virtual tuts piano yang ditampilkan hanya nada 1 1/2 oktaf. Aplikasi pembelajaran ini dibuat menggunakan Adobe Flash CS5.

Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah untuk membuat aplikasi pembelajaran piano dasar, sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana pendukung dalam proses belajar alat musik piano bagi beginner.


LANDASAN TEORI 

Sekilas Mengenai Piano
Asal mula kata piano sebenarnya adalah pianoforte, yang berasal dari bahasa Italia. Piano dibuat oleh Bartolomeo Cristofori pada tahun 1720-an. Awal mula piano diciptakan, suaranya tidak sekeras piano yang dapat didengar pada abad 20-an. Pasalnya, tegangan tuts piano kala itu tidaklah sekuat piano yang sekarang. Kini, piano pertama tersebut dipajang di Metropolitan Museum of Art di New York. Seperti pada banyak penemuan yang lainnya, piano ditemukan berdasarkan penemuan teknologi. Asal muasalnya, piano dikembangkan dari alat musik kecapi. Perbedaannya, kecapi dimainkan dengan dipetik. Sedangkan piano ditekan tuts-tutsnya.

 Mengenai E-Learning
Definisi  E-learning sangat beragam yang mungkin satu sama lain berbeda, namun  satu hal yang sama tentang E-learning atau electronic learning adalah  pembelajaran melalui jasa bantuan elektronika. Pada dasarnya E-learning  adalah pembelajaran yang merepresentasikan keseluruhan kategori  pembelajaran yang berbasis teknologi. Sementara pembelajaran online atau  juga pembelajaran berbasis web adalah bagian dari E-learning.
Namun  seiring perkembangan teknologi dan terjadinya pergeseran konten dan  adaptivity, saat ini definisi klasik E-learning tersebut mengalami  perubahan menjadi definisi yang lebih kontemporer, yakni suatu  pengelolaan pembelajaran melalui media internet atau web yang meliputi  aspek-aspek materi, evaluasi, interaksi, komunikasi dan kerjasama  (Surjono,2009).
Saat ini E-learning bahkan merupakan salah satu  alternatif untuk menyelesaikan berbagai masalah pendidikan, terlebih  setelah fasilitas yang mendukung pelaksanaan E-learning seperti  internet, komputer, listrik, telepon dan hardware dan software lainnya  tersedia dalam harga yang relatif terjangkau, maka E-learning sebagai  alat bantu pembelajaran menjadi semakin banyak diminati. Di samping itu,  istilah E-learning meliputi berbagai aplikasi dan proses seperti  computer-based learning, web-based learning, virtual classroom, dll;  sementara itu pembelajaran online adalah bagian dari pembelajaran  berbasis teknologi yang memanfaatkan sumber daya internet, intranet, dan  extranet.

Pengenalan Multimedia
Multimedia adalah salah satu cara untuk merepresentasikan informasi secara singkat dan terarah sehingga dapat dengan mudah dimengerti. Salah satu alasan mengapa multimedia sangat popular adalah karena informasi – informasi yang disajikan dengan menggunakan multimedia ditampilkan dalam bentuk yang menarik, dan dipresentasikan dalam satu format (satu media), serta juga informasi yang akan diberikan telah mencakup beberapa elemen komunikasi yang sudah dimengerti dan lebih menarik karena masing – masing elemennya saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Elemen-elemen multimedia meliputi teks, gambar, suara, animasi, dan sebagainya. Di dalam aplikasi, keseluruhan elemen tersebut disatukan hingga membentuk satu kesatuan aplikasi yang harmonis.
1.                  1. Teks
            Teks merupakan elemen dasar dari seluruh program pengolah kata juga aplikasi multimedia, digunakan untuk menjabarkan atau menyampaikan informasi tertentu. Teks tersusun dari beberapa symbol, abjad besar dan kecil, serta angka.

2. Gambar
Gambar merupakan elemen penting setelah teks karena dengan gambar dapat menjelaskan suatu informasi secara lebih luas daripada hanya dengan menggunakan teks.

3.                 3.  Suara
Elemen suara  ini menyempurnakan aplikasi multimedia dengan kemampuan audionya, jika elemen lain memberikan informasi kepada pengguna dengan menggunakan indra penglihatan maka elemen suara ini akan menggunakan indra pendengaran. Tipe suara yang dapat digunakan yaitu MP3.

4.  Animasi
Animasi adalah urutan gambar atau image yang ditampilkan secara berurutan sehingga akan menimbulkan kesan gambar tersebut bergerak, kesan bergerak ini didapat akibat adanya peralihan dari satu gambar ke gambar lainnya dalam satuan waktu yang disebut dengan frame per second (fps) dalam pengertian ada beberapa jumlah frame yang berupa gambar atau image untuk satu detik animasi. Dalam arti lain animasi adalah persepsi yang terjadi akibat perpindahan frame dalam satu waktu.

PENUTUP

Kesimpulan
Dengan adanya aplikasi pembelajaran piano ini memberikan kemudahan dalam penyampaian pembelajaran piano bagi anak yang ingin belajar piano. Kelebihan dari aplikasi yang dibuat ini yaitu adanya animasi dan suara serta piano virtual dibandingkan dengan buku-buku yang hanya berupa teks dan gambar.

Saran
Namun pembuatan CD interaktif Pembelajaran Piano ini merupakan aplikasi yang sangat sederhana dan masih jauh dari sempurna. Aplikasi ini memiliki kekurangan yaitu tuts piano yang ditampilkan hanya 1 oktaf setengah dan animasi yang ada hanyalah animasi sederhana. Sehingga aplikasi pembelajaran ini dapat dikembangkan menjadi lebih menarik lagi.

SISTEMATIKA PEMBUATAN PROPOSAL

Diposting oleh Fildzah Zhafrina di 19.56 0 komentar Link ke posting ini
1. Hal - Hal yang Diungkapkan Dalam Latar Belakang
Hal - hal yang perlu untuk diungkapkan pada latar belakang penelitian ialah latar belakang menulis atau melakukan penelitian pada topik yang dipilih, hal - hal yang menarik atau menimbulkan pertanyaan dari topik ini, pentingnya topik ini untuk diangkat sebagai tulisan atau untuk diteliti.
Pada umumnya, terdapat 4 unsur pokok yang tersirat dalam perumusan latar belakang dalam rangka pengembangan gagasan / masalah, yaitu :
*  Unsur Pentingnya Masalah
Secara umum pentingnya sebuah masalah ini ditulis pada awal gagasan atau pemikiran pertama yang dapat mengemukakan arti pentingnya sebuah masalah dan seberapa besar masalah itu penting untuk diteliti.
*  Unsur Skala Masalah
Unsur ini ditulis setelah mengemukakan gagasan adanya masalah dan itu 
penting untuk diteliti. Selanjutnya diberikan penegasan atau penguraian tentang derajat pentingnya masalah itu untuk diteliti atau bila tidak diteliti bagaimana dampaknya.
*  Unsur Kronologis Masalah
Merupakan unsur yang menjelaskan proses terjadinya masalah atau relevansi penelitian yang terdahulu/telah ada yang harus ditunjang dengan data empiris dari permasalahan penelitian yang akan diteliti.
*  Unsur Solusi Masalah
Unsur ini digunakan sebagai alternatif dalam memberikan solusi atas masalah yang timbul serta alternatif lain yang akan dilakukan dalam penelitian.

2. Batasan Masalah
Batasan masalah menjelaskan batasan - batasan penelitian atau tulisan, misalnya hal - hal yang tidak akan dibahas atau diteliti, lingkungan yang ditentukan sebagai pembatas, batasan data atau jumlah materi yang melingkupi penelitian atau tulisan.

3.   Cara Membatasi Masalah
Agar penelitian dapat mengarah ke inti masalah yang sesungguhnya maka diperlukan pembatasan ruang lingkup masalah penelitian sehingga penelitian yang dihasilkan menjadi lebih fokus dan tajam. Berarti dapat dikatakan pula membatasi ruang lingkup masalah sebagai pematasan ruang lingkup penelitian. Dalam hal ini ada 4 tahap yang dapat dilakukan, yaitu :
*  Dengan cara memeriksa atau mempelajari hasil-hasil penelitian atau kajian yang telah dilakukan peneliti sebelumnya (examine the literature).
*  Membicarakan atau mendikusikan dengan kolega atau orang lain yang berkompeten dengan harapan dapat memperoleh masukan yang bermanfaat (talk over ideas with others).
*  Mencoba membatasi ruang lingkup dengan cara memperlakukan topik yang hendak dikaji untuk konteks yang khusus, waktu yang lebih terbatas
*  Membatasi ruang lingkup studi dengan cara terlebih dahulu menetapkan tujuan atau manfaat studi yang diinginkan.

4. Perumusan Masalah
Berisi thesis statement atau research question yang ditulis secara singkat dan jelas dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Biasanya temuan-temuan diakhir penelitian harus bisa menjawab research question ini. Bila tidak, maka dapat dikatakan bahwa penelitian tidak berhasil karena tidak mencapai tujuan yang hendak dicapai. Hal ini disebabkan research question pada akhirnya akan terpecah-pecah menjadi tujuan penelitian (objective research) yang merupakan tujuan utama dalam melakukan riset. Ketidakberhasilan penelitian sering muncul berangkat dari perumusan masalah yang benar, namun penuangan ke dalam research question yang salah atau keliru.

Dalam membuat research question ada beberapa teknik dan pendekatan yang bisa digunakan menurut Kerlinger, yakni:
*  Tenacity, pendekatan ini berusaha membuat dan merancang sebuah Research Question dengan berusaha mengikuti pola logika yang ada dan berlaku di masyarakat. Artinya Research Question selalu berusaha mencari kebenaran yang ada dengan memahami aturan-aturan yang ada di dalam fenomena tersebut.
*  Intuition, pendekatan ini yang berusaha membuat dan merancang sebuah Research Question berangkat dari sikap apriori, opini dan asumsi peneliti yang sifatnya sangat pribadi (alasan pribadi). Pendekatan ini terkadang aneh dan membingungkan karena berbeda dengan tenacity yang begitu menggunakan logika. Pendekatan ini lebih ingin membongkar intuisi si peneliti saja, pendapat salah dan meleset itu biasa ada dan tidak penting karena yang lebih diutamakan adalah pemenuhan dari intuisi peneliti. Pendapat ini berangkat dari kemampuan berfilosofis dari peneliti yang bebas nilai.
*  Autoritas, pendekatan yang berusaha membuat research question ini lebih menggunakan pendapat dari sumber yang terpercaya dan dianggap kompeten di masyarakat. Seperti; orang tua, koresponden berita, guru, opinion leader (pemuka adat) dan lain-lain. Pijakan pendapat ini berusaha mengungkap research question yang berasal dari sumber terpercaya di masyarakat.
*  Learning, pendekatan yang berusaha membuat research question ini juga berasal dari proses pembelajaran manusia. Pembelajaran manusia dianggap sebagai rangkaian langkah kecil yang obyektif dari upaya manusia memahami lingkungan. Sejak kecil manusia belajar untuk memahami hidup ini melalui representasi peranan orang tua. Artinya kita bisa hidup dan berpikir seperti ini dengan memahami aturan yang ada dan berlaku di dalam lingkungan manusia.

5. Cara Merumuskan Masalah
Dalam merumuskan masalah penelitian terdapat berbagai macam cara yang dapat digunakan. Berikut merupakan cara yang dapat ditempuh dalam merumuskan masalah dalam suatu penelitian:
*  Permasalah adalah kesenjangan (gap) antara das sollen (apa yang seharusnya) dan das sein (apa yang ada).
*  Uraikan pendekatan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji atau dugaan yang akan dibuktikan. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan defenisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian.
*  Telah memunculkan konsep-konsep tertentu. Misal: attitudes, social distence, effectiveness, credibility, dan lain-lain.
*  Sumber permasalahan dapat diperoleh dari : bacaan, seminar, lokakarya, diskusi, pernyataan pemegang otoritas, pengamatan, pengalaman, dan lain sebagainya.

6. Tujuan Penelitian 


Tujuan penelitian merupakan tindak lanjut dari masalah yang telah dirumuskan. Tujuan penelitian mencakup langkah – langkah dari penelitian yang akan dilakukan. Dalam pembuatan proposal penelitian, tujuan dapat dilakukan secara singkat seperti untuk menjajaki, menguraikan, menerapkan, mengidentifikasi, menganalisis, membuktikan atau membuat prototype.
Penulisan tujuan dapat dilakukan dalam 2 jenis, yaitu : Penulisan Tujuan Umum dan Penulisan Tujuan Khusus.
*  Penulisan Tujuan Umum dilakukan untuk mempelajari atau menjelaskan tujuan yang hendak dicapai secara umum.
*  Penulisan Tujuan Khusus dilakukan sebagai langkah – langkah untuk mencapai tujuan umum.



7. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisikan tentang sumbangan yang dapat diberikan dari hasil penelitian bagi pengembangan ilmu dan teknologi, bagi pengambil kebijakan, bagi lembaga tempat penelitian, dan bagi peneliti sendiri. Apa yang terkandung dalam tujuan dan manfaat penelitian, nantinya harus benar-benar tampak, baik pada hasil penelitian dan pembahasannya, maupun pada kesimpulan dan saran.

8. Kajian Pustaka / Landasan Teori


Memberikan penjelasan teori - teori pendukung yang akan digunakan dalam menulis atau melakukan penelitian.


 9. Metodologi Penelitian
Uraian metode yang digunakan dalam penelitian secara rinci. Uraian dapat meliputi variabel penelitian, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, dan cara interpretasi/ penafsiran hasil. Untuk penelitian yang menggunakan metode kualitatif, dapat dijelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan data & informasi, analisis data & informasi, proses penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian.
a. Objek Penelitian, adalah sifat keadaan ( “attributes”) dari sesuatu benda, orang, atau keadaan, yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas (benda, orang, dan lembaga), bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra atau simpati-antipati,keadaan batin, dsb. (orang), bisa pula berupa proses dsb. (lembaga)
b. Data Penelitian
Data adalah sesuatu yang digunakan atau dibutuhkan dalam penelitian dengan menggunakan parameter tertentu yang telah ditentukan. Misalnya data jumlah penduduk, data berat badan, data sikap konsumen, data laporan keuangan, dan lain-lain.
Jenis-jenis data adalah sebagai berikut:
*  Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk bukan angka, tetapi berbenttuk kata, kalimat, atau gambar atau bagan.
*  Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Tipe-tipe data kuantitatif adalah sebagai berikut:
-  Data Nominal
Data Nominal adalah data hasil penggolongan atau kategorisasi yang sifatnya setara dan tidak dapat dilakukan perhitungan aritmatika. Angka yang diberikan hanya sebagai simbol saja dan tidak menunjukan tingkatan tertentu. Misalnya:
Laki-laki = 1 dan perempuan = 2
Dari contoh di atas, 2 tidak lebih tinggi dan 1 tidak lebih setara.
-  Data Ordinal
Data Ordinal adalah data hasil kategorisasi yang sifatnya tidak setara dan tidak dapat dilakukan perhitungan aritmatika. Angka yang diberikan menunjukan peringkat dan tingkatan tertentu. Tipe data ini tidak memperhatikan jarak data, jadi jarak data bisa berbeda-beda.  Misalnya:
Nilai A = 1
Nilai B = 2
Nilai C = 3
Pada contoh di atas, 1 lebih tinggi dari 2, dan 2 lebih tinggi dari 3
-  Data Interval
Data interval adalah data bukan dari hasil kategorisasi dan dapat dilakukan perhitungan aritmatika. Tipe data ini menggunakan jarak data yang sama. Walaupun dapat dilakukan operasi hitung, data ini tidak mempunyai nilai nol (0) absolut, maksudnya angka 0 tetap ada nilainya. Contohnya dalam pengukuran suhu. Data ini dapat dibuat menjadi tipe ordinal yang menggunakan peringkat seperti dalam pengukuran skala likert. Misalnya:
Sangat Setuju = 5
Setuju = 4
Ragu-ragu = 3
Tidak Setuju = 2
Sangat Tidak Setuju = 1
-  Data Rasio
Data Rasio adalah data yang dapat dilakukan perhitungan aritmatika dan menggunakan jarak yang sama. Data ini mempunyai nilai nol (0) absolut, maksudnya angka nol (0) benar-benar tidak ada nilainya. Contohnya dalam pengukuran berat badan, jika beratnya 0 kg berarti tidak ada bobotnya. Tipe data ini misalnya data berat badan, tinggi badan, data keuangan perusahaan, data nilai siswa, dll.

10. Metode Pengumpulan Data
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dokumentasi dan sebagainya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
*  AngketAngket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :
-    Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
-    Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden.
-    Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
-    Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
*  ObservasiObrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
-    Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
-    Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
*  WawancaraWawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
-    Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
-    Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.


11. Metode Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, selanjutnya wajib diuraikan cara pengolahan data secara konkrit yang akan digunakan untuk penilaian tujuan penelitian. Data memiliki kedudukan yang sangat penting dalam penelitian, karena sebagai masukan (input) akan sangat menentukan bermutu tidaknya suatu penelitian. Data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan metode tertentu.
*  Penelitian KuantitatifUmumnya penelitian kuantitatif menggunakan teknik-teknik analisis statistik, walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan analisis matematis biasa (misalnya analisis terhadap tabel frekuensi). Untuk penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif tetapi tidak menggunakan hipotesis (seperti yang menggunakan analisis tabel frekuensi tersebut). Pengumpulan data yang menggunakan kuesioner wajib melakukan uji validitas dan reliabilitas.
Cara menguji hipotesis dapat dilakukan dengan memaparkan identifikasi pengujian statistik teoritis yang digunakan serta taraf signifikansinya, serta argumentasi terhadap pemilihan suatu uji statistik. Selanjutnya dilakukan interpretasi terhadap hasil uji statistik berdasarkan teori yang telah diajukan di dalam bab kerangka teoritis.
Sementara penelitian kuantitatif yang menggunakan hipotesis, perlu mengemukakan jenis hipotesis dan cara mengujinya. Jenis hipotesis dapat berupa hipotesis teoritis dan hipotesis statistik. Hipotesis alternatif dapat dirumuskan dalam bentuk terarah atau tidak terarah, bergantung pada kualitas teori yang dijadikan sebagai dasar perumusannya.

*  Penelitian KualitatifPenelitian kualitatif umumnya analisis dilakukan dengan pengelompokan data untuk mencari suatu pola/keteraturan dari fenomena yang dipelajari, membandingkan data (konsep-konsep, unsur-unsur atau faktor-faktor) dengan standar, norma, konsep, teori atau referensi lainnya.
Selanjutnya dilakukan interpretasi/pemaknaan subyektif terhadap data, pola yang muncul dari data, maupun terhadap hasil perbandingan data dengan referensi yang telah ditetapkan dengan mengutamakan referensi yang dipaparkan di dalam bab kerangka teori.
Sementara itu uji validitas (jika diperlukan) di dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan menerapkan triangulasi.


12. Hasil Penelitian
Menguraikan gambaran umum unit observasi seperti data atau variabel/konsep, penelitian, perusahaan, daerah, lokasi, proses, atau sejenisnya, serta menguraikan analisis dan pembahasan hasil penelitian.

13. Daftar Pustaka
Bibliography sumber-sumber informasi yang digunakan dengan mengikuti aturan sebagai berikut :
*  Untuk pustaka dalam bentuk buku yang diterbitkan terdiri
atas :
-    nama pengarang (nama keluarga, nama depan), Judul buku (dicetak
miring), Kota Penerbit : Nama Penerbit, tahun penerbitan. Sebagai
contoh,
Cleveland, Donal D. Introduction to Indexing and Abstracting.
Englewood : Librairies Unlimited, Inc., 2001

*  Pustaka dalam bentuk Jurnal tercetak : nama pengarang
(nama keluarga, nama depan, “judul artikel”, Nama Jurnal (cetak
Miring) , Nomer, Bulan dan Tahun Terbit, halaman. Contoh:
Dugan, Maire A. “Nested Paradigm”, Annals, IX, March 2001, hlm.
56

*  Pustaka dalam bentuk Jurnal Online : nama pengarang (nama
keluarga, nama depan, “judul artikel”, nama jurnal (cetak miring),
nomer, bulan dan tahun terbit, halaman, nama database. Database
on-line. Nama vendor database. Tgl akses artikel tersebut
(tgl/bln/tahun). Contoh:
McRae, John R. "Buddhism." Journal of Asian Studies 54, no. 2,
1995, hal 354-371. ABI/Inform. Database on-line. UMI-Proquest;
tgl akses 13 May 1996.
Woodworth, Griffin Mead, “Hackers, Users, and Suits: Napster and
Representations of Identity”,Popular Music & Society., Vol. 27 no 2,
Juni 2004, hal 161-184, Academic Search Premier. Database on-
line. EBSCO. Tgl akses 21 Sept 2005





antoniuscp.wordpress.com/lecture-notes/learning-and-research/penyusunan-proposal-penelitian/
http://fikom.tarumanagara.ac.id/component/content/article/7-announcement-/94-panduan-skripsi.html

Senin, 03 Juni 2013

CONTOH PROPOSAL PENULISAN ILMIAH

Judul : Pembelajaran Piano Tingkat Elementer

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Di zaman sekarang musik sudah tidak asing lagi bagi semua kalangan masyarakat. Berbagai macam jenis musik yang diketahui, diantaranya musik jazz, pop, rock dan lain-lain. Musik tidak hanya berperan sebagai hiburan, tapi juga memiliki peran penting terutama bagi anak, karena dapat memberikan manfaat diantaranya merangsang pikiran, memperbaiki konsentrasi dan ingatan, meningkatkan aspek kognitif, serta membangun kecerdasan emosional.
Biasanya musik tidak pernah lepas dari alat yang digunakannya seperti gitar, drum, piano, dan sebagainya. Setiap alat musik memiliki ciri khas suara musik tersendiri. Walau memainkan nada-nada yang sama, suara yang dihasilkan dari setiap alat musik tentu berbeda.
Piano menjadi salah satu alat musik yang paling baik untuk diajarkan kepada anak. Belajar piano dapat merangsang saraf motorik dan keseimbangan otak kanan dan kiri, yang berarti menyeimbangkan perkembangan aspek intelektual dan emosional, sehingga memiliki peran penting untuk pertumbuhan anak. Anak yang ingin mempelajari piano tentu membutuhkan suatu pembelajaran musik beserta pembelajaran piano. Namun pembelajaran musik seringkali disepelekan, pembelajaran yang ada umumnya hanya secara face-to-face.
Pembelajaran musik secara face-to-face sering kali terdapat kendala, seperti susahnya menyesuaikan jadwal antara pengajar dan murid. Dapat juga dipengaruhi dengan kondisi lingkungan yang kurang kondusif sehingga materi kurang tersampaikan secara jelas. Bahkan ketidakcocokan antara pengajar dan murid yang berakibat penurunan minat belajar.
 Beberapa pengajar juga masih mempercayakan media pembelajaran menggunakan buku. Selain media buku akan lebih cepat rusak dan sobek, media buku yang ada tidak disertai suara maupun animasi sehingga menimbulkan kebosanan pada anak. Agar pembelajaran alat musik bagi anak berkembang dengan baik, maka diperlukan suatu peningkatan baik cara, intensitas dan media belajar.
Berdasarkan masalah tersebut dibuatlah aplikasi pembelajaran piano secara mandiri menggunakan komputer. Aplikasi ini dapat memberi kesempatan atau alternatif lain pada siapapun untuk memulai belajar tentang musik tersebut tanpa harus merasa malu dan dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan waktu yang dimiliki user. Aplikasi pembelajaran piano akan dibuat secara interaktif dan menarik, dan disertai suara, animasi lucu serta virtual piano.

Batasan Masalah
Penulisan ilmiah ini hanya membatasi permasalahan untuk pembelajaran piano tingkat dasar atau elementer  yang ditujukan kepada anak umur 8 sampai 10 tahun. Virtual tuts piano yang ditampilkan hanya nada 1 1/2 oktaf. Aplikasi pembelajaran ini dibuat menggunakan Adobe Flash CS5.

Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah untuk membuat aplikasi pembelajaran piano dasar, sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana pendukung dalam proses belajar alat musik piano bagi beginner.


LANDASAN TEORI 

Sekilas Mengenai Piano
Asal mula kata piano sebenarnya adalah pianoforte, yang berasal dari bahasa Italia. Piano dibuat oleh Bartolomeo Cristofori pada tahun 1720-an. Awal mula piano diciptakan, suaranya tidak sekeras piano yang dapat didengar pada abad 20-an. Pasalnya, tegangan tuts piano kala itu tidaklah sekuat piano yang sekarang. Kini, piano pertama tersebut dipajang di Metropolitan Museum of Art di New York. Seperti pada banyak penemuan yang lainnya, piano ditemukan berdasarkan penemuan teknologi. Asal muasalnya, piano dikembangkan dari alat musik kecapi. Perbedaannya, kecapi dimainkan dengan dipetik. Sedangkan piano ditekan tuts-tutsnya.

 Mengenai E-Learning
Definisi  E-learning sangat beragam yang mungkin satu sama lain berbeda, namun  satu hal yang sama tentang E-learning atau electronic learning adalah  pembelajaran melalui jasa bantuan elektronika. Pada dasarnya E-learning  adalah pembelajaran yang merepresentasikan keseluruhan kategori  pembelajaran yang berbasis teknologi. Sementara pembelajaran online atau  juga pembelajaran berbasis web adalah bagian dari E-learning.
Namun  seiring perkembangan teknologi dan terjadinya pergeseran konten dan  adaptivity, saat ini definisi klasik E-learning tersebut mengalami  perubahan menjadi definisi yang lebih kontemporer, yakni suatu  pengelolaan pembelajaran melalui media internet atau web yang meliputi  aspek-aspek materi, evaluasi, interaksi, komunikasi dan kerjasama  (Surjono,2009).
Saat ini E-learning bahkan merupakan salah satu  alternatif untuk menyelesaikan berbagai masalah pendidikan, terlebih  setelah fasilitas yang mendukung pelaksanaan E-learning seperti  internet, komputer, listrik, telepon dan hardware dan software lainnya  tersedia dalam harga yang relatif terjangkau, maka E-learning sebagai  alat bantu pembelajaran menjadi semakin banyak diminati. Di samping itu,  istilah E-learning meliputi berbagai aplikasi dan proses seperti  computer-based learning, web-based learning, virtual classroom, dll;  sementara itu pembelajaran online adalah bagian dari pembelajaran  berbasis teknologi yang memanfaatkan sumber daya internet, intranet, dan  extranet.

Pengenalan Multimedia
Multimedia adalah salah satu cara untuk merepresentasikan informasi secara singkat dan terarah sehingga dapat dengan mudah dimengerti. Salah satu alasan mengapa multimedia sangat popular adalah karena informasi – informasi yang disajikan dengan menggunakan multimedia ditampilkan dalam bentuk yang menarik, dan dipresentasikan dalam satu format (satu media), serta juga informasi yang akan diberikan telah mencakup beberapa elemen komunikasi yang sudah dimengerti dan lebih menarik karena masing – masing elemennya saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Elemen-elemen multimedia meliputi teks, gambar, suara, animasi, dan sebagainya. Di dalam aplikasi, keseluruhan elemen tersebut disatukan hingga membentuk satu kesatuan aplikasi yang harmonis.
1.                  1. Teks
            Teks merupakan elemen dasar dari seluruh program pengolah kata juga aplikasi multimedia, digunakan untuk menjabarkan atau menyampaikan informasi tertentu. Teks tersusun dari beberapa symbol, abjad besar dan kecil, serta angka.

2. Gambar
Gambar merupakan elemen penting setelah teks karena dengan gambar dapat menjelaskan suatu informasi secara lebih luas daripada hanya dengan menggunakan teks.

3.                 3.  Suara
Elemen suara  ini menyempurnakan aplikasi multimedia dengan kemampuan audionya, jika elemen lain memberikan informasi kepada pengguna dengan menggunakan indra penglihatan maka elemen suara ini akan menggunakan indra pendengaran. Tipe suara yang dapat digunakan yaitu MP3.

4.  Animasi
Animasi adalah urutan gambar atau image yang ditampilkan secara berurutan sehingga akan menimbulkan kesan gambar tersebut bergerak, kesan bergerak ini didapat akibat adanya peralihan dari satu gambar ke gambar lainnya dalam satuan waktu yang disebut dengan frame per second (fps) dalam pengertian ada beberapa jumlah frame yang berupa gambar atau image untuk satu detik animasi. Dalam arti lain animasi adalah persepsi yang terjadi akibat perpindahan frame dalam satu waktu.

PENUTUP

Kesimpulan
Dengan adanya aplikasi pembelajaran piano ini memberikan kemudahan dalam penyampaian pembelajaran piano bagi anak yang ingin belajar piano. Kelebihan dari aplikasi yang dibuat ini yaitu adanya animasi dan suara serta piano virtual dibandingkan dengan buku-buku yang hanya berupa teks dan gambar.

Saran
Namun pembuatan CD interaktif Pembelajaran Piano ini merupakan aplikasi yang sangat sederhana dan masih jauh dari sempurna. Aplikasi ini memiliki kekurangan yaitu tuts piano yang ditampilkan hanya 1 oktaf setengah dan animasi yang ada hanyalah animasi sederhana. Sehingga aplikasi pembelajaran ini dapat dikembangkan menjadi lebih menarik lagi.

SISTEMATIKA PEMBUATAN PROPOSAL

1. Hal - Hal yang Diungkapkan Dalam Latar Belakang
Hal - hal yang perlu untuk diungkapkan pada latar belakang penelitian ialah latar belakang menulis atau melakukan penelitian pada topik yang dipilih, hal - hal yang menarik atau menimbulkan pertanyaan dari topik ini, pentingnya topik ini untuk diangkat sebagai tulisan atau untuk diteliti.
Pada umumnya, terdapat 4 unsur pokok yang tersirat dalam perumusan latar belakang dalam rangka pengembangan gagasan / masalah, yaitu :
*  Unsur Pentingnya Masalah
Secara umum pentingnya sebuah masalah ini ditulis pada awal gagasan atau pemikiran pertama yang dapat mengemukakan arti pentingnya sebuah masalah dan seberapa besar masalah itu penting untuk diteliti.
*  Unsur Skala Masalah
Unsur ini ditulis setelah mengemukakan gagasan adanya masalah dan itu 
penting untuk diteliti. Selanjutnya diberikan penegasan atau penguraian tentang derajat pentingnya masalah itu untuk diteliti atau bila tidak diteliti bagaimana dampaknya.
*  Unsur Kronologis Masalah
Merupakan unsur yang menjelaskan proses terjadinya masalah atau relevansi penelitian yang terdahulu/telah ada yang harus ditunjang dengan data empiris dari permasalahan penelitian yang akan diteliti.
*  Unsur Solusi Masalah
Unsur ini digunakan sebagai alternatif dalam memberikan solusi atas masalah yang timbul serta alternatif lain yang akan dilakukan dalam penelitian.

2. Batasan Masalah
Batasan masalah menjelaskan batasan - batasan penelitian atau tulisan, misalnya hal - hal yang tidak akan dibahas atau diteliti, lingkungan yang ditentukan sebagai pembatas, batasan data atau jumlah materi yang melingkupi penelitian atau tulisan.

3.   Cara Membatasi Masalah
Agar penelitian dapat mengarah ke inti masalah yang sesungguhnya maka diperlukan pembatasan ruang lingkup masalah penelitian sehingga penelitian yang dihasilkan menjadi lebih fokus dan tajam. Berarti dapat dikatakan pula membatasi ruang lingkup masalah sebagai pematasan ruang lingkup penelitian. Dalam hal ini ada 4 tahap yang dapat dilakukan, yaitu :
*  Dengan cara memeriksa atau mempelajari hasil-hasil penelitian atau kajian yang telah dilakukan peneliti sebelumnya (examine the literature).
*  Membicarakan atau mendikusikan dengan kolega atau orang lain yang berkompeten dengan harapan dapat memperoleh masukan yang bermanfaat (talk over ideas with others).
*  Mencoba membatasi ruang lingkup dengan cara memperlakukan topik yang hendak dikaji untuk konteks yang khusus, waktu yang lebih terbatas
*  Membatasi ruang lingkup studi dengan cara terlebih dahulu menetapkan tujuan atau manfaat studi yang diinginkan.

4. Perumusan Masalah
Berisi thesis statement atau research question yang ditulis secara singkat dan jelas dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Biasanya temuan-temuan diakhir penelitian harus bisa menjawab research question ini. Bila tidak, maka dapat dikatakan bahwa penelitian tidak berhasil karena tidak mencapai tujuan yang hendak dicapai. Hal ini disebabkan research question pada akhirnya akan terpecah-pecah menjadi tujuan penelitian (objective research) yang merupakan tujuan utama dalam melakukan riset. Ketidakberhasilan penelitian sering muncul berangkat dari perumusan masalah yang benar, namun penuangan ke dalam research question yang salah atau keliru.

Dalam membuat research question ada beberapa teknik dan pendekatan yang bisa digunakan menurut Kerlinger, yakni:
*  Tenacity, pendekatan ini berusaha membuat dan merancang sebuah Research Question dengan berusaha mengikuti pola logika yang ada dan berlaku di masyarakat. Artinya Research Question selalu berusaha mencari kebenaran yang ada dengan memahami aturan-aturan yang ada di dalam fenomena tersebut.
*  Intuition, pendekatan ini yang berusaha membuat dan merancang sebuah Research Question berangkat dari sikap apriori, opini dan asumsi peneliti yang sifatnya sangat pribadi (alasan pribadi). Pendekatan ini terkadang aneh dan membingungkan karena berbeda dengan tenacity yang begitu menggunakan logika. Pendekatan ini lebih ingin membongkar intuisi si peneliti saja, pendapat salah dan meleset itu biasa ada dan tidak penting karena yang lebih diutamakan adalah pemenuhan dari intuisi peneliti. Pendapat ini berangkat dari kemampuan berfilosofis dari peneliti yang bebas nilai.
*  Autoritas, pendekatan yang berusaha membuat research question ini lebih menggunakan pendapat dari sumber yang terpercaya dan dianggap kompeten di masyarakat. Seperti; orang tua, koresponden berita, guru, opinion leader (pemuka adat) dan lain-lain. Pijakan pendapat ini berusaha mengungkap research question yang berasal dari sumber terpercaya di masyarakat.
*  Learning, pendekatan yang berusaha membuat research question ini juga berasal dari proses pembelajaran manusia. Pembelajaran manusia dianggap sebagai rangkaian langkah kecil yang obyektif dari upaya manusia memahami lingkungan. Sejak kecil manusia belajar untuk memahami hidup ini melalui representasi peranan orang tua. Artinya kita bisa hidup dan berpikir seperti ini dengan memahami aturan yang ada dan berlaku di dalam lingkungan manusia.

5. Cara Merumuskan Masalah
Dalam merumuskan masalah penelitian terdapat berbagai macam cara yang dapat digunakan. Berikut merupakan cara yang dapat ditempuh dalam merumuskan masalah dalam suatu penelitian:
*  Permasalah adalah kesenjangan (gap) antara das sollen (apa yang seharusnya) dan das sein (apa yang ada).
*  Uraikan pendekatan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji atau dugaan yang akan dibuktikan. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan defenisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian.
*  Telah memunculkan konsep-konsep tertentu. Misal: attitudes, social distence, effectiveness, credibility, dan lain-lain.
*  Sumber permasalahan dapat diperoleh dari : bacaan, seminar, lokakarya, diskusi, pernyataan pemegang otoritas, pengamatan, pengalaman, dan lain sebagainya.

6. Tujuan Penelitian 


Tujuan penelitian merupakan tindak lanjut dari masalah yang telah dirumuskan. Tujuan penelitian mencakup langkah – langkah dari penelitian yang akan dilakukan. Dalam pembuatan proposal penelitian, tujuan dapat dilakukan secara singkat seperti untuk menjajaki, menguraikan, menerapkan, mengidentifikasi, menganalisis, membuktikan atau membuat prototype.
Penulisan tujuan dapat dilakukan dalam 2 jenis, yaitu : Penulisan Tujuan Umum dan Penulisan Tujuan Khusus.
*  Penulisan Tujuan Umum dilakukan untuk mempelajari atau menjelaskan tujuan yang hendak dicapai secara umum.
*  Penulisan Tujuan Khusus dilakukan sebagai langkah – langkah untuk mencapai tujuan umum.



7. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisikan tentang sumbangan yang dapat diberikan dari hasil penelitian bagi pengembangan ilmu dan teknologi, bagi pengambil kebijakan, bagi lembaga tempat penelitian, dan bagi peneliti sendiri. Apa yang terkandung dalam tujuan dan manfaat penelitian, nantinya harus benar-benar tampak, baik pada hasil penelitian dan pembahasannya, maupun pada kesimpulan dan saran.

8. Kajian Pustaka / Landasan Teori


Memberikan penjelasan teori - teori pendukung yang akan digunakan dalam menulis atau melakukan penelitian.


 9. Metodologi Penelitian
Uraian metode yang digunakan dalam penelitian secara rinci. Uraian dapat meliputi variabel penelitian, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, dan cara interpretasi/ penafsiran hasil. Untuk penelitian yang menggunakan metode kualitatif, dapat dijelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan data & informasi, analisis data & informasi, proses penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian.
a. Objek Penelitian, adalah sifat keadaan ( “attributes”) dari sesuatu benda, orang, atau keadaan, yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas (benda, orang, dan lembaga), bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra atau simpati-antipati,keadaan batin, dsb. (orang), bisa pula berupa proses dsb. (lembaga)
b. Data Penelitian
Data adalah sesuatu yang digunakan atau dibutuhkan dalam penelitian dengan menggunakan parameter tertentu yang telah ditentukan. Misalnya data jumlah penduduk, data berat badan, data sikap konsumen, data laporan keuangan, dan lain-lain.
Jenis-jenis data adalah sebagai berikut:
*  Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk bukan angka, tetapi berbenttuk kata, kalimat, atau gambar atau bagan.
*  Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Tipe-tipe data kuantitatif adalah sebagai berikut:
-  Data Nominal
Data Nominal adalah data hasil penggolongan atau kategorisasi yang sifatnya setara dan tidak dapat dilakukan perhitungan aritmatika. Angka yang diberikan hanya sebagai simbol saja dan tidak menunjukan tingkatan tertentu. Misalnya:
Laki-laki = 1 dan perempuan = 2
Dari contoh di atas, 2 tidak lebih tinggi dan 1 tidak lebih setara.
-  Data Ordinal
Data Ordinal adalah data hasil kategorisasi yang sifatnya tidak setara dan tidak dapat dilakukan perhitungan aritmatika. Angka yang diberikan menunjukan peringkat dan tingkatan tertentu. Tipe data ini tidak memperhatikan jarak data, jadi jarak data bisa berbeda-beda.  Misalnya:
Nilai A = 1
Nilai B = 2
Nilai C = 3
Pada contoh di atas, 1 lebih tinggi dari 2, dan 2 lebih tinggi dari 3
-  Data Interval
Data interval adalah data bukan dari hasil kategorisasi dan dapat dilakukan perhitungan aritmatika. Tipe data ini menggunakan jarak data yang sama. Walaupun dapat dilakukan operasi hitung, data ini tidak mempunyai nilai nol (0) absolut, maksudnya angka 0 tetap ada nilainya. Contohnya dalam pengukuran suhu. Data ini dapat dibuat menjadi tipe ordinal yang menggunakan peringkat seperti dalam pengukuran skala likert. Misalnya:
Sangat Setuju = 5
Setuju = 4
Ragu-ragu = 3
Tidak Setuju = 2
Sangat Tidak Setuju = 1
-  Data Rasio
Data Rasio adalah data yang dapat dilakukan perhitungan aritmatika dan menggunakan jarak yang sama. Data ini mempunyai nilai nol (0) absolut, maksudnya angka nol (0) benar-benar tidak ada nilainya. Contohnya dalam pengukuran berat badan, jika beratnya 0 kg berarti tidak ada bobotnya. Tipe data ini misalnya data berat badan, tinggi badan, data keuangan perusahaan, data nilai siswa, dll.

10. Metode Pengumpulan Data
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dokumentasi dan sebagainya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
*  AngketAngket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :
-    Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
-    Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden.
-    Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
-    Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
*  ObservasiObrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
-    Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
-    Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
*  WawancaraWawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
-    Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
-    Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.


11. Metode Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, selanjutnya wajib diuraikan cara pengolahan data secara konkrit yang akan digunakan untuk penilaian tujuan penelitian. Data memiliki kedudukan yang sangat penting dalam penelitian, karena sebagai masukan (input) akan sangat menentukan bermutu tidaknya suatu penelitian. Data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan metode tertentu.
*  Penelitian KuantitatifUmumnya penelitian kuantitatif menggunakan teknik-teknik analisis statistik, walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan analisis matematis biasa (misalnya analisis terhadap tabel frekuensi). Untuk penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif tetapi tidak menggunakan hipotesis (seperti yang menggunakan analisis tabel frekuensi tersebut). Pengumpulan data yang menggunakan kuesioner wajib melakukan uji validitas dan reliabilitas.
Cara menguji hipotesis dapat dilakukan dengan memaparkan identifikasi pengujian statistik teoritis yang digunakan serta taraf signifikansinya, serta argumentasi terhadap pemilihan suatu uji statistik. Selanjutnya dilakukan interpretasi terhadap hasil uji statistik berdasarkan teori yang telah diajukan di dalam bab kerangka teoritis.
Sementara penelitian kuantitatif yang menggunakan hipotesis, perlu mengemukakan jenis hipotesis dan cara mengujinya. Jenis hipotesis dapat berupa hipotesis teoritis dan hipotesis statistik. Hipotesis alternatif dapat dirumuskan dalam bentuk terarah atau tidak terarah, bergantung pada kualitas teori yang dijadikan sebagai dasar perumusannya.

*  Penelitian KualitatifPenelitian kualitatif umumnya analisis dilakukan dengan pengelompokan data untuk mencari suatu pola/keteraturan dari fenomena yang dipelajari, membandingkan data (konsep-konsep, unsur-unsur atau faktor-faktor) dengan standar, norma, konsep, teori atau referensi lainnya.
Selanjutnya dilakukan interpretasi/pemaknaan subyektif terhadap data, pola yang muncul dari data, maupun terhadap hasil perbandingan data dengan referensi yang telah ditetapkan dengan mengutamakan referensi yang dipaparkan di dalam bab kerangka teori.
Sementara itu uji validitas (jika diperlukan) di dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan menerapkan triangulasi.


12. Hasil Penelitian
Menguraikan gambaran umum unit observasi seperti data atau variabel/konsep, penelitian, perusahaan, daerah, lokasi, proses, atau sejenisnya, serta menguraikan analisis dan pembahasan hasil penelitian.

13. Daftar Pustaka
Bibliography sumber-sumber informasi yang digunakan dengan mengikuti aturan sebagai berikut :
*  Untuk pustaka dalam bentuk buku yang diterbitkan terdiri
atas :
-    nama pengarang (nama keluarga, nama depan), Judul buku (dicetak
miring), Kota Penerbit : Nama Penerbit, tahun penerbitan. Sebagai
contoh,
Cleveland, Donal D. Introduction to Indexing and Abstracting.
Englewood : Librairies Unlimited, Inc., 2001

*  Pustaka dalam bentuk Jurnal tercetak : nama pengarang
(nama keluarga, nama depan, “judul artikel”, Nama Jurnal (cetak
Miring) , Nomer, Bulan dan Tahun Terbit, halaman. Contoh:
Dugan, Maire A. “Nested Paradigm”, Annals, IX, March 2001, hlm.
56

*  Pustaka dalam bentuk Jurnal Online : nama pengarang (nama
keluarga, nama depan, “judul artikel”, nama jurnal (cetak miring),
nomer, bulan dan tahun terbit, halaman, nama database. Database
on-line. Nama vendor database. Tgl akses artikel tersebut
(tgl/bln/tahun). Contoh:
McRae, John R. "Buddhism." Journal of Asian Studies 54, no. 2,
1995, hal 354-371. ABI/Inform. Database on-line. UMI-Proquest;
tgl akses 13 May 1996.
Woodworth, Griffin Mead, “Hackers, Users, and Suits: Napster and
Representations of Identity”,Popular Music & Society., Vol. 27 no 2,
Juni 2004, hal 161-184, Academic Search Premier. Database on-
line. EBSCO. Tgl akses 21 Sept 2005





antoniuscp.wordpress.com/lecture-notes/learning-and-research/penyusunan-proposal-penelitian/
http://fikom.tarumanagara.ac.id/component/content/article/7-announcement-/94-panduan-skripsi.html
 

CHEER UP!! がんばって~ Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal