Rabu, 15 Januari 2014

Dunia Berharap Padamu, Negeri Ku, Indonesia.

Diposting oleh Fildzah Zhafrina di 22.13 0 komentar Link ke posting ini
Aku ingin bertanya kepada teman-teman setanah air indonesia,
Bagaimana negeri Indonesia di mata kalian?
Jujur, sebagai warga asli Republik Indonesia, aku sendiri menganggap remeh negeri sendiri, bahkan lebih memuja-muja negeri lain, especially Japan (you know me). Dan aku rasa tidak aku sendiri, malah mungkin rata-rata kebanyakan demikian.

That's because we don't know how Indonesia is in the eyes of the world.
Saya tau kok, paling terkenal dengan korupsinya kan?
Well, memang bukan rahasia lagi... dan mungkin masih banyak kejelekan Indonesia di mata dunia.

Tapi tahukah kalian?
Ternyata DUNIA menaruh harapan besar terhadap Indonesia
Tahukah kenapa?
Karena Indonesia dianggap memiliki semua potensi untuk menjadi negara besar dalam arti sesungguhnya, yang akan memainkan peran signifikan dan membawa pengaruh secara global. 

Hampir tak ada penilaian negatif terhadap Indonesia dari sejumlah pakar di berbagai belahan dunia yang mengikuti perkembangan Indonesia selama ini.

Daniel M Kliman, penasihat senior bidang Asia pada German Marshall Fund of The United States, mengatakan, empat negara yang mendapatkan perhatian khusus AS, yaitu Brasil, Turki, India, dan Indonesia. Faktor-faktor yang membuat 4 negara itu penting bagi AS adalah besaran penduduk, demokrasi, dan perkembangan ekonomi yang menjanjikan.
Kemudian Profesor Jun Honna dari Fakultas Hubungan Internasional, Universitas Ritsumeikan, Jepang, mengatakan, stabilitas demokrasi adalah pencapaian paling bernilai dalam 16 tahun politik reformasi Indonesia pasca Orde Baru. Dibandingkan dengan negara demokrasi lain di Asia Tenggara, demokrasi Indonesia berjalan dengan baik. Contohnya Thailand dan Filipina yang praktik demokrasinya terganggu oleh kekuatan militer masing-masing. Indonesia tidak demikian.

Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim yang berhasil dalam berdemokrasi, Indonesia diharapkan menjadi "contoh" bagi negara-negara di Timur Tengah.
Menurut Dr Mohamed Fayez Farahat, pakar urusan Asia dari pusat kajian politik dan strategi Al-Ahram di Mesir, mengatakan, Mesir perlu belajar dari Indonesia. kaum Islamis di Mesir cenderung ekslusif dan fanatik sehingga demokrasi mereka gagal. Tidak seperti di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah memiliki pengikut yang sangat besar, namun tidak otomatis memilih capres yang berasal dari kaum Islamis. Mereka bisa memilih kandidat mana yang dipandang kuat dan bisa membawa Indonesia ke arah negara yang lebih maju.

Bahkan Farahat memprediksi Indonesia akan menjelma menjadi negara demokrasi besar di dunia Islam dan bahkan di kancah internasional karena didukung oleh penduduknya yang berpaham moderat. Pelaksanaan demokrasi, jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi, hingga kultur masyarakat yang moderat adalah beberapa hal yang akan menyongsong Indonesia ke masa depan yang lebih cerah (Aamiin).

Namun ada beberapa catatan nih. Menurut wakil rakyat dari Negara Bagian Rhode Island, AS, pemantapan demokrasi di Indonesia perlu terus dilakukan, antara lain lewat penghormatan hak segala warga, termasuk warga minoritas.
Sementara Ed Royce, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri DPR AS, menekankan pentingnya pengembangan kelembagaan dan aspek penanganan korupsi.
Nicholas C Hope, Direktur Stanford Center for International Development, Universitas Stanford, AS, mengatakan salah satu penyakit di Indonesia adalah fenomena kolusi. Dengan kolusi, persaingan bisnis sering kali menjadi tumpul karena faktor kelompok kepentingan yang lebih bermain.
Berlandaskan catatan ini, diharapkan Indonesia bisa memperbaiki diri sehingga bisa benar-benar glory and be the best! 
Jadi pelajaran untukku dan semuanya, jangan pernah anggap remeh Indonesia. Malu sama orang luar yang malah lebih respect terhadap Indonesia. Ternyata anak-anak muda Korea tahu lho pentingnya Indonesia, khususnya dari aspek ekonomi. Saat ini minat anak muda lulusan SMA di Korea Selatan sangat tinggi untuk memilih Jurusan Bahasa Indonesia saat kuliah. Dan University of South Wales mengembangkan TIFL (Teaching Indonesia as a Foreign Language).

Bangga men jadi anak Indonesia.


Source : KOMPAS, Rabu, 15 Januari 2014.

Rabu, 15 Januari 2014

Dunia Berharap Padamu, Negeri Ku, Indonesia.

Aku ingin bertanya kepada teman-teman setanah air indonesia,
Bagaimana negeri Indonesia di mata kalian?
Jujur, sebagai warga asli Republik Indonesia, aku sendiri menganggap remeh negeri sendiri, bahkan lebih memuja-muja negeri lain, especially Japan (you know me). Dan aku rasa tidak aku sendiri, malah mungkin rata-rata kebanyakan demikian.

That's because we don't know how Indonesia is in the eyes of the world.
Saya tau kok, paling terkenal dengan korupsinya kan?
Well, memang bukan rahasia lagi... dan mungkin masih banyak kejelekan Indonesia di mata dunia.

Tapi tahukah kalian?
Ternyata DUNIA menaruh harapan besar terhadap Indonesia
Tahukah kenapa?
Karena Indonesia dianggap memiliki semua potensi untuk menjadi negara besar dalam arti sesungguhnya, yang akan memainkan peran signifikan dan membawa pengaruh secara global. 

Hampir tak ada penilaian negatif terhadap Indonesia dari sejumlah pakar di berbagai belahan dunia yang mengikuti perkembangan Indonesia selama ini.

Daniel M Kliman, penasihat senior bidang Asia pada German Marshall Fund of The United States, mengatakan, empat negara yang mendapatkan perhatian khusus AS, yaitu Brasil, Turki, India, dan Indonesia. Faktor-faktor yang membuat 4 negara itu penting bagi AS adalah besaran penduduk, demokrasi, dan perkembangan ekonomi yang menjanjikan.
Kemudian Profesor Jun Honna dari Fakultas Hubungan Internasional, Universitas Ritsumeikan, Jepang, mengatakan, stabilitas demokrasi adalah pencapaian paling bernilai dalam 16 tahun politik reformasi Indonesia pasca Orde Baru. Dibandingkan dengan negara demokrasi lain di Asia Tenggara, demokrasi Indonesia berjalan dengan baik. Contohnya Thailand dan Filipina yang praktik demokrasinya terganggu oleh kekuatan militer masing-masing. Indonesia tidak demikian.

Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim yang berhasil dalam berdemokrasi, Indonesia diharapkan menjadi "contoh" bagi negara-negara di Timur Tengah.
Menurut Dr Mohamed Fayez Farahat, pakar urusan Asia dari pusat kajian politik dan strategi Al-Ahram di Mesir, mengatakan, Mesir perlu belajar dari Indonesia. kaum Islamis di Mesir cenderung ekslusif dan fanatik sehingga demokrasi mereka gagal. Tidak seperti di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah memiliki pengikut yang sangat besar, namun tidak otomatis memilih capres yang berasal dari kaum Islamis. Mereka bisa memilih kandidat mana yang dipandang kuat dan bisa membawa Indonesia ke arah negara yang lebih maju.

Bahkan Farahat memprediksi Indonesia akan menjelma menjadi negara demokrasi besar di dunia Islam dan bahkan di kancah internasional karena didukung oleh penduduknya yang berpaham moderat. Pelaksanaan demokrasi, jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi, hingga kultur masyarakat yang moderat adalah beberapa hal yang akan menyongsong Indonesia ke masa depan yang lebih cerah (Aamiin).

Namun ada beberapa catatan nih. Menurut wakil rakyat dari Negara Bagian Rhode Island, AS, pemantapan demokrasi di Indonesia perlu terus dilakukan, antara lain lewat penghormatan hak segala warga, termasuk warga minoritas.
Sementara Ed Royce, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri DPR AS, menekankan pentingnya pengembangan kelembagaan dan aspek penanganan korupsi.
Nicholas C Hope, Direktur Stanford Center for International Development, Universitas Stanford, AS, mengatakan salah satu penyakit di Indonesia adalah fenomena kolusi. Dengan kolusi, persaingan bisnis sering kali menjadi tumpul karena faktor kelompok kepentingan yang lebih bermain.
Berlandaskan catatan ini, diharapkan Indonesia bisa memperbaiki diri sehingga bisa benar-benar glory and be the best! 
Jadi pelajaran untukku dan semuanya, jangan pernah anggap remeh Indonesia. Malu sama orang luar yang malah lebih respect terhadap Indonesia. Ternyata anak-anak muda Korea tahu lho pentingnya Indonesia, khususnya dari aspek ekonomi. Saat ini minat anak muda lulusan SMA di Korea Selatan sangat tinggi untuk memilih Jurusan Bahasa Indonesia saat kuliah. Dan University of South Wales mengembangkan TIFL (Teaching Indonesia as a Foreign Language).

Bangga men jadi anak Indonesia.


Source : KOMPAS, Rabu, 15 Januari 2014.

 

CHEER UP!! がんばって~ Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal