Minggu, 26 Desember 2010

Muslim di Amerika makin Dibendung, Makin Berkembang

Diposting oleh Fildzah Zhafrina di 11.57 0 komentar Link ke posting ini
Masih ingat pro kontra rencana pembangunan masjid dekat ground zero--- lokasi serangan 9/11, New york, Amerika Serikat (AS)? Penolakan itu menyulut aksi pembakaran Al-Qur'an oleh sejumlah komunitas anti-islam dan membuat hati Muslim dunia tersinggung. Presiden AS Barack Obama sampai turun tangan. "No regret!" tegasnya di hadapan wartawan yang mempertanyakan dukungannya terhadap pembangunan itu.


Allah selalu punya cara unik memberi hidayah kepada umat-Nya. Bukan rahasia kalau dampak serangan 9/11 membuat warga AS penasaran dengan Islam. Penjualan Al-Qur'an pun meningkat di sejumlah toko buku di Amerika. Masjid dan Islamic Center AS ikut sibuk menyediakan Al-Qur'an, sekadar memfasilitasi keingintahuan masyarakat tentang Islam.

Dari sekadar ingin tahu tadi, tak sedikit warga Non-Muslim yang bersyahadat. Mereka baru sadar, Islam ternyata rasional, proporsional dan loveable. Dengan berjalannya waktu, warga AS semakin mengakui eksitensi Islam. Bahkan, kalu ditelusuri, Muslim ada di setiap lini kehidupan. Dari anggota kongres, pegawai Gedung Putih, anggota DPRD, sampai wali kota. Syamsi Ali (di AS ia lebih dikenal dengan Imam Shamsi Ali), menyebut 1 dari 8 penduduk kota New York adalah muslim. Sementara lebih dari 13% murid muslim ada di tiap sekolah di AS.

Informasi ini tentu saja melegakan. Namun, di sisi lain menimbulkan ketakutan (Islamphobia) bagi komunitas yang tak senang dengan perkembangan ini. Kondisi ini, menurut Syamsi, menggambarkan kesatuan umat si AS masih dalam proses kematangan. Namun, semua pristiwa yang terjadi justru memperkuat hubungan antaragama di Amerika.

Selain itu, umat Muslim merasa aman dan bisa hidup normal, sebesar apapun gerakan anti-islam di negara Amerika. "Hukum masih ditegakkan di sini," katanya sembari mengacungkan jempol.

Sementara Abdul Nur Adnan, pendiri Indonesian Muslim Association In America, membagi sikap warga AS terhadap Islam ke dalam tiga kelompok. Pertama, mereka yang baru tahu tentang Islam, tidak menganggap agama ini berbahaya. Kedua, kelompok yang menganggap Islam sebagai bahaya. Ketiga, public AS yang tak tahu banyak mengenai Islam. Golongan terakhir inilah yang termasuk mengkhawairkan karena mereka mudah dipengaruhi orang lain.

Karakter masyarakat Amerika yang selau ingin tahu membuat para imam mendapat undangan ke sana-sini. Mulai dari sekolah, perkantoran, organisasi buruh, jompo, pasien rumah sakit, militer, penjara, sampai pengurus sinagog, untuk bicara tentang Islam. Bentuk dukungannya beragam, ada yang berupa ajakan diskusi ilmiah, seminar, konfrensi, dialog, bahkan debat.


Siapa sangka, kajian Islam jadi kelas favorit siswa. Organisasi mahasiswa islam, seperti Muslim Student Assosiation, kini tersebar di tiap kampus. Tempat khusus shalat Jum'at pun tersedia di Gedung Federal dan Kongres, dan perayaan hari besar di kantor, merupakan hal yang biasa.

Soal pengajian, tak dibatasi. Kalau tak semapt para Ibu bisa mengikutinya lewat handphone atau Radio IMSA yang disiarkan ke seluruh AS lewat internet.

Kehidupan masjid kian dinamis karena menjadi ajang aktivitas komunitas. Di tempat itu mereka merancang kegiatan pendidikan sampai ekonomi. Ada yang membuka Sunday School, atau tafsir Al- Qur'an. Bahkan yang tak berhubungan dengan Islam sekalipun, seperti masjid dekat Washington, membuka klub basket, sepak bola, karate bernama All Dulles American Muslims Center. Masjid lainnya membuka kursus non-agama seperti reparasi komputer.

So, Kedamaian Alhamdulillah masih ada bagi Muslim yang menjalankan ibadahnya di negeri Land of Freedom tsb. :)

~Ummi Magazine~

Sabtu, 25 Desember 2010

5 Manfaat Main Game :)

Diposting oleh Fildzah Zhafrina di 16.18 0 komentar Link ke posting ini
Hobi main game ternyata banyak manfaatnya, lho. Apa saja? Baca deh...

Satuu : Calon ahli bedah
Saat nge-game, pastinya lo harus terampil menggunakan mata dan tangan. Siapa sangka, keahlian yang diperoleh tanpa sengaja ini ternyata diam-diam melatih otak lo untuk mengembangkan yang namanya "sophisticated visuomotor tasks, tuning skills"--- keterampilan yang dibutuhkan ketika melakukan prosedur operasi kompleks yang melibatkan penayangan gambar di layar video.
Penelitian ini digelar oleh tim riset asal Kanada. Mereka menguji 13 pria berusia 20 tahun yang bermain game video selama minimal 4 jam seminggu dalam kurun waktu 3 tahun, serta 13 pria berumur 20 tahun yang sama sekali tidak nge-game. Kedua kelompok ini ditempatkan di mesin FMRI (Functional magnetic resonance imaging) sementara disuruh melakukan serangkaian tugas visuomotor yang makin lama makin sulit.
Hasilnya? Selama menjalankan tugas, gamer yang kurang berpengalaman lebih banyak menggunakan paritel cortex-nya (area otak yang terkait dengan koordinasi mata-tangan), sementara gamer yang berpengalaman menunjukkan aktivitas yang meningkat di prefontal cortex di bagian depan otaknya. Kesimpulannya, gamer memakai bagian otak yang berbeda dari otaknya dibandingkan dengan non gamer.
Duaa : Jago multitasking & mengemudi
Doyan main game tembak-tembakan? Lo boleh girang karena hasil studi yang dilakukan oleh University of Rochester menyatakan bahwa pemain firstperson shooter terbukti memiliki waktu waktu reaksi yang lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan mereka yang non gamer.
Manfaat ini berguna di kehidupan nyata juga. Menurut para periset, pemain game action tanpa sadar telah memelihara kemampuan umum yang berguna di kehidupan sehari-hari seperti multitasking, mengemudi, membaca tulisan cetak berukuran kecil, memantau lokasi teman atau keluarga di lingkungan yang ramai, dan bernavigasi seputar kota.
Hasil ini diperoleh setelah menguji dua kelompok, yang satu disuruh bermain Call of Duty 2 dan Unreal Tournament selama 50 jam, dan kelompok lainnya bermain The Sims 2 selama 50 jam. Hasilnya? Para pemain game action terbukti 25x lebih cepat menyimpulkan sesuatu.
Tigaaa : Lebih pandai mengatasi stres & depresi


Kesukaan bermain game yang berbau kekerasan ternyata ada efek positifnya juga. Menurut Christoper Ferguson (Associate Professor di Texas A&M International University), para pemain video game jenis tersebut ternyata mampu mengatasi stres dengan lebih baik ketimbang non gamer. Kesimpulan tim riset adalah bahwa orang yang bermain game kekerasan dalam jangka waktu yang panjang lau melakukan tugas yang bikin stres ternyata memiliki perasaan kekerasan dan depresi yang berkurang. Subjek yang terekspos dengan game video kekerasan memng tidak berkurang keagresifannya, tapi rasa permusuhan dan depresinya menipis. Selain itu, dipertimbangkan pula sebagai "mood management tools" untuk mengobati gangguan mood dan masalah kesehatan lainnya.
Terbukti di gue :)
Empaaat : Menumbuhkan minat olahraga
Ya, adapula hasil riset menarik yang menyimpulkan bahwa anak-anak yang bermain game bertema olahraga cenderung berpatisipasi di aktivitas olahraga sungguhan. Penelitian yang dilakukan oleh sekolah bisnis asal Prancis bernama ESSEC ini (didukung oleh TIGA, grup industri game inggris) menemukan bahw 38% anak lelaki (usia dibawah 21 tahun) yang bermain game olahraga juga mempraktekkan olahraga virtual favoritnya di dunia nyata. Sedangkan sebanyak 75% dari gamer tsb secara aktif ambil bagian di olahraga sungguhan apapun.
Adik gue suka banget main PS Futsal dan dia pun mempraktekkannya di kehidupan nyata :)
 Limaa : Membantu mengurangi Efek Trauma
Kesimpulan menarik diambil oleh tim riset Oxford University, menurut mereka, game komputer Tetris yang legendaris itu memiliki kemampuan spesial yang tidak dimiliki game lainnya, yakni mengurangi kilas-balik usai melihat gambar-gambar traumatis.

"Penemuan terkini kami menyimpulkan bahwa Tetris masih efektif asalkan dimainkan dalam selang waktu 6 jam setelah melihat fil yang bikin stres", ungkap Dr. Emily Holmes dari Department of Psychiatry, Oxford University. "Sementara bermain Tetris dapat mengurangi memori tipe kilas-balik tanpa menghapus kemampuan untuk menyadari kejadian yang bersangkutan, ternyata tidak semua game komputer minimbulkan efek bermanfaat ini- beberapa bahkan menimbulkan dampak sebaliknya terhadap bagaimana orang menghadapi ingatan traumatis".
~From Rocks Magazine~
 


For The Teenage Soul

Diposting oleh Fildzah Zhafrina di 13.48 0 komentar Link ke posting ini
Tentang Persahabatan
  • Ada orang yang masuk ke dalam hidup kita dan berlalu dengan cepat. Ada yang tinggal beberapa lama dan meninggalkan jejak dalam hati kita. Dan diri kita pun tak akan pernah sama seperti sebelumnya. (Unknown)
  • Teman adalah hadiah yang kita berikan kepada diri sendiri. (Robert Louis Stevenson)
  • Bersahabat dekat dengan seseorang itu membutuhkan banyak pengertian, waktu, dan rasa percaya. Dengan semakin dekatnya masa hidupku yang tidak pasti, teman-temanku adalah hartaku yang paling berharga. (Erynn Miller)
  • Bersenang-senanglah. Hari ini adalah hari-hari yang akan kita rindukan di tahun-tahun mendatang. (Anonim) 
Tentang Keluarga
  • Keluarga--- gurita tersayang dan kita tak dapat benar-benar terlepas dari tentakelnya, namun dalam lubuk hati kita, kita tak pernah benar-benar ingin lepas. (Dodie Smith)
  • Ia tak pernah sekali pun menyerah. Ibuku adalah pahlawanku. (Kimberly Anne Brand)
  • Kedamaian, seperti kedermawanan, dimulai dari rumah. (Unknown)
Tentang Cinta dan Kebaikan
  • Segala macam hubungan antarmanusia itu mirip pasir dalam genggamanmu. Jika berada pada telapak tangan yang terbuka, pasir itu akan tetap pada tempatnya. Namun jika kau kepalkan tanganmu erat-erat untuk mempertahankannya, pasir itu akan menyembur melalui sela-sela jemarimu. Mungkin ada yang tersisa dalam tanganmu, tapi kebanyakan akan jatuh. Pacaran adalah seperti itu. Kalau dieprtahankan dengan longgar, dengan menghormati dan membebaskan orang lain, hubungan cinta itu akan tetap utuh. Tapi jika digenggam terlalu erat, terlalu memiliki, maka hubungan cinta itu akan terlepas dan hilang. (Kaleel Jamison)
  • Kita tak pernah kalah karena mencintai seseorang. Kita selalu kalah karena tidak berterus terang. (Barbara DeAngelis
  • Kebaikan dalam kata-kata menciptakan percaya diri, kebaikan dalam berfikir menciptakan kebijakan, kebaikan dalam memberi menciptakan cinta. (Lao-Tzu)
  • Berbaik hatilah, karena semua orang yang kau temui sedang dalam pertempuran yang lebih sulit. (Plato)
  • Yang penting dalam hidup ini adalah cara kita saling memperlakukan satu sama lain. (Hana Ivanhoe)
  • Pada dasarnya, kita semua hanya ingin dicintai. (Jamie Yellin)
Tentang Pembelajaran
  • Sekolah telah mengajariku cara belajar tak hanya di dalam kelas, tapi juga di luar kelas. Memangnya dari mana aku belajar cara memanjat, bermain ayun-ayunan dan melompat? dari mana aku belajar cara berkenalan dengan sahabatku? (Jessie Braun)
  • Ada saat-saat istimewa dalam kehidupan kita, dan sebagian besar datang melalui dorongan orang lain. (george Adams)
  • Dalam saat tergelap, jiwa diisi kembali dan diberi kekuatan untuk meneruskan dan bertahan. (Heart Warrior Chosa)
  • Kata-kata "aku adalah...." merupakan kata-kata yang kuat; berhatilah-berhatilah dengan apa yang kamu tuliskan setelah kata-kata itu. Hal yang kamu katakan akan memantul dan menuntutmu. (A.L. Kitselman)
  • Meskipun dunia penuh dengan penderitaan, dunia juga penuh dengan keberhasilan mengatasi penderitaan itu. (Hellen Keller)
  • Orang yang selalu menyalahkan keadaan. Aku tak percaya akan keadaan. Orang yang berhasil di dunia adalah orang yang bangkit dan mencari keadaan yang mereka inginkan, dan, kalau mereka tak menemukannya, mereka akan menciptakannya. (George Bernard Shaw)

~Take from Chicken Soup Book~

Minggu, 26 Desember 2010

Muslim di Amerika makin Dibendung, Makin Berkembang

Masih ingat pro kontra rencana pembangunan masjid dekat ground zero--- lokasi serangan 9/11, New york, Amerika Serikat (AS)? Penolakan itu menyulut aksi pembakaran Al-Qur'an oleh sejumlah komunitas anti-islam dan membuat hati Muslim dunia tersinggung. Presiden AS Barack Obama sampai turun tangan. "No regret!" tegasnya di hadapan wartawan yang mempertanyakan dukungannya terhadap pembangunan itu.


Allah selalu punya cara unik memberi hidayah kepada umat-Nya. Bukan rahasia kalau dampak serangan 9/11 membuat warga AS penasaran dengan Islam. Penjualan Al-Qur'an pun meningkat di sejumlah toko buku di Amerika. Masjid dan Islamic Center AS ikut sibuk menyediakan Al-Qur'an, sekadar memfasilitasi keingintahuan masyarakat tentang Islam.

Dari sekadar ingin tahu tadi, tak sedikit warga Non-Muslim yang bersyahadat. Mereka baru sadar, Islam ternyata rasional, proporsional dan loveable. Dengan berjalannya waktu, warga AS semakin mengakui eksitensi Islam. Bahkan, kalu ditelusuri, Muslim ada di setiap lini kehidupan. Dari anggota kongres, pegawai Gedung Putih, anggota DPRD, sampai wali kota. Syamsi Ali (di AS ia lebih dikenal dengan Imam Shamsi Ali), menyebut 1 dari 8 penduduk kota New York adalah muslim. Sementara lebih dari 13% murid muslim ada di tiap sekolah di AS.

Informasi ini tentu saja melegakan. Namun, di sisi lain menimbulkan ketakutan (Islamphobia) bagi komunitas yang tak senang dengan perkembangan ini. Kondisi ini, menurut Syamsi, menggambarkan kesatuan umat si AS masih dalam proses kematangan. Namun, semua pristiwa yang terjadi justru memperkuat hubungan antaragama di Amerika.

Selain itu, umat Muslim merasa aman dan bisa hidup normal, sebesar apapun gerakan anti-islam di negara Amerika. "Hukum masih ditegakkan di sini," katanya sembari mengacungkan jempol.

Sementara Abdul Nur Adnan, pendiri Indonesian Muslim Association In America, membagi sikap warga AS terhadap Islam ke dalam tiga kelompok. Pertama, mereka yang baru tahu tentang Islam, tidak menganggap agama ini berbahaya. Kedua, kelompok yang menganggap Islam sebagai bahaya. Ketiga, public AS yang tak tahu banyak mengenai Islam. Golongan terakhir inilah yang termasuk mengkhawairkan karena mereka mudah dipengaruhi orang lain.

Karakter masyarakat Amerika yang selau ingin tahu membuat para imam mendapat undangan ke sana-sini. Mulai dari sekolah, perkantoran, organisasi buruh, jompo, pasien rumah sakit, militer, penjara, sampai pengurus sinagog, untuk bicara tentang Islam. Bentuk dukungannya beragam, ada yang berupa ajakan diskusi ilmiah, seminar, konfrensi, dialog, bahkan debat.


Siapa sangka, kajian Islam jadi kelas favorit siswa. Organisasi mahasiswa islam, seperti Muslim Student Assosiation, kini tersebar di tiap kampus. Tempat khusus shalat Jum'at pun tersedia di Gedung Federal dan Kongres, dan perayaan hari besar di kantor, merupakan hal yang biasa.

Soal pengajian, tak dibatasi. Kalau tak semapt para Ibu bisa mengikutinya lewat handphone atau Radio IMSA yang disiarkan ke seluruh AS lewat internet.

Kehidupan masjid kian dinamis karena menjadi ajang aktivitas komunitas. Di tempat itu mereka merancang kegiatan pendidikan sampai ekonomi. Ada yang membuka Sunday School, atau tafsir Al- Qur'an. Bahkan yang tak berhubungan dengan Islam sekalipun, seperti masjid dekat Washington, membuka klub basket, sepak bola, karate bernama All Dulles American Muslims Center. Masjid lainnya membuka kursus non-agama seperti reparasi komputer.

So, Kedamaian Alhamdulillah masih ada bagi Muslim yang menjalankan ibadahnya di negeri Land of Freedom tsb. :)

~Ummi Magazine~

Sabtu, 25 Desember 2010

5 Manfaat Main Game :)

Hobi main game ternyata banyak manfaatnya, lho. Apa saja? Baca deh...

Satuu : Calon ahli bedah
Saat nge-game, pastinya lo harus terampil menggunakan mata dan tangan. Siapa sangka, keahlian yang diperoleh tanpa sengaja ini ternyata diam-diam melatih otak lo untuk mengembangkan yang namanya "sophisticated visuomotor tasks, tuning skills"--- keterampilan yang dibutuhkan ketika melakukan prosedur operasi kompleks yang melibatkan penayangan gambar di layar video.
Penelitian ini digelar oleh tim riset asal Kanada. Mereka menguji 13 pria berusia 20 tahun yang bermain game video selama minimal 4 jam seminggu dalam kurun waktu 3 tahun, serta 13 pria berumur 20 tahun yang sama sekali tidak nge-game. Kedua kelompok ini ditempatkan di mesin FMRI (Functional magnetic resonance imaging) sementara disuruh melakukan serangkaian tugas visuomotor yang makin lama makin sulit.
Hasilnya? Selama menjalankan tugas, gamer yang kurang berpengalaman lebih banyak menggunakan paritel cortex-nya (area otak yang terkait dengan koordinasi mata-tangan), sementara gamer yang berpengalaman menunjukkan aktivitas yang meningkat di prefontal cortex di bagian depan otaknya. Kesimpulannya, gamer memakai bagian otak yang berbeda dari otaknya dibandingkan dengan non gamer.
Duaa : Jago multitasking & mengemudi
Doyan main game tembak-tembakan? Lo boleh girang karena hasil studi yang dilakukan oleh University of Rochester menyatakan bahwa pemain firstperson shooter terbukti memiliki waktu waktu reaksi yang lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan mereka yang non gamer.
Manfaat ini berguna di kehidupan nyata juga. Menurut para periset, pemain game action tanpa sadar telah memelihara kemampuan umum yang berguna di kehidupan sehari-hari seperti multitasking, mengemudi, membaca tulisan cetak berukuran kecil, memantau lokasi teman atau keluarga di lingkungan yang ramai, dan bernavigasi seputar kota.
Hasil ini diperoleh setelah menguji dua kelompok, yang satu disuruh bermain Call of Duty 2 dan Unreal Tournament selama 50 jam, dan kelompok lainnya bermain The Sims 2 selama 50 jam. Hasilnya? Para pemain game action terbukti 25x lebih cepat menyimpulkan sesuatu.
Tigaaa : Lebih pandai mengatasi stres & depresi


Kesukaan bermain game yang berbau kekerasan ternyata ada efek positifnya juga. Menurut Christoper Ferguson (Associate Professor di Texas A&M International University), para pemain video game jenis tersebut ternyata mampu mengatasi stres dengan lebih baik ketimbang non gamer. Kesimpulan tim riset adalah bahwa orang yang bermain game kekerasan dalam jangka waktu yang panjang lau melakukan tugas yang bikin stres ternyata memiliki perasaan kekerasan dan depresi yang berkurang. Subjek yang terekspos dengan game video kekerasan memng tidak berkurang keagresifannya, tapi rasa permusuhan dan depresinya menipis. Selain itu, dipertimbangkan pula sebagai "mood management tools" untuk mengobati gangguan mood dan masalah kesehatan lainnya.
Terbukti di gue :)
Empaaat : Menumbuhkan minat olahraga
Ya, adapula hasil riset menarik yang menyimpulkan bahwa anak-anak yang bermain game bertema olahraga cenderung berpatisipasi di aktivitas olahraga sungguhan. Penelitian yang dilakukan oleh sekolah bisnis asal Prancis bernama ESSEC ini (didukung oleh TIGA, grup industri game inggris) menemukan bahw 38% anak lelaki (usia dibawah 21 tahun) yang bermain game olahraga juga mempraktekkan olahraga virtual favoritnya di dunia nyata. Sedangkan sebanyak 75% dari gamer tsb secara aktif ambil bagian di olahraga sungguhan apapun.
Adik gue suka banget main PS Futsal dan dia pun mempraktekkannya di kehidupan nyata :)
 Limaa : Membantu mengurangi Efek Trauma
Kesimpulan menarik diambil oleh tim riset Oxford University, menurut mereka, game komputer Tetris yang legendaris itu memiliki kemampuan spesial yang tidak dimiliki game lainnya, yakni mengurangi kilas-balik usai melihat gambar-gambar traumatis.

"Penemuan terkini kami menyimpulkan bahwa Tetris masih efektif asalkan dimainkan dalam selang waktu 6 jam setelah melihat fil yang bikin stres", ungkap Dr. Emily Holmes dari Department of Psychiatry, Oxford University. "Sementara bermain Tetris dapat mengurangi memori tipe kilas-balik tanpa menghapus kemampuan untuk menyadari kejadian yang bersangkutan, ternyata tidak semua game komputer minimbulkan efek bermanfaat ini- beberapa bahkan menimbulkan dampak sebaliknya terhadap bagaimana orang menghadapi ingatan traumatis".
~From Rocks Magazine~
 


For The Teenage Soul

Tentang Persahabatan
  • Ada orang yang masuk ke dalam hidup kita dan berlalu dengan cepat. Ada yang tinggal beberapa lama dan meninggalkan jejak dalam hati kita. Dan diri kita pun tak akan pernah sama seperti sebelumnya. (Unknown)
  • Teman adalah hadiah yang kita berikan kepada diri sendiri. (Robert Louis Stevenson)
  • Bersahabat dekat dengan seseorang itu membutuhkan banyak pengertian, waktu, dan rasa percaya. Dengan semakin dekatnya masa hidupku yang tidak pasti, teman-temanku adalah hartaku yang paling berharga. (Erynn Miller)
  • Bersenang-senanglah. Hari ini adalah hari-hari yang akan kita rindukan di tahun-tahun mendatang. (Anonim) 
Tentang Keluarga
  • Keluarga--- gurita tersayang dan kita tak dapat benar-benar terlepas dari tentakelnya, namun dalam lubuk hati kita, kita tak pernah benar-benar ingin lepas. (Dodie Smith)
  • Ia tak pernah sekali pun menyerah. Ibuku adalah pahlawanku. (Kimberly Anne Brand)
  • Kedamaian, seperti kedermawanan, dimulai dari rumah. (Unknown)
Tentang Cinta dan Kebaikan
  • Segala macam hubungan antarmanusia itu mirip pasir dalam genggamanmu. Jika berada pada telapak tangan yang terbuka, pasir itu akan tetap pada tempatnya. Namun jika kau kepalkan tanganmu erat-erat untuk mempertahankannya, pasir itu akan menyembur melalui sela-sela jemarimu. Mungkin ada yang tersisa dalam tanganmu, tapi kebanyakan akan jatuh. Pacaran adalah seperti itu. Kalau dieprtahankan dengan longgar, dengan menghormati dan membebaskan orang lain, hubungan cinta itu akan tetap utuh. Tapi jika digenggam terlalu erat, terlalu memiliki, maka hubungan cinta itu akan terlepas dan hilang. (Kaleel Jamison)
  • Kita tak pernah kalah karena mencintai seseorang. Kita selalu kalah karena tidak berterus terang. (Barbara DeAngelis
  • Kebaikan dalam kata-kata menciptakan percaya diri, kebaikan dalam berfikir menciptakan kebijakan, kebaikan dalam memberi menciptakan cinta. (Lao-Tzu)
  • Berbaik hatilah, karena semua orang yang kau temui sedang dalam pertempuran yang lebih sulit. (Plato)
  • Yang penting dalam hidup ini adalah cara kita saling memperlakukan satu sama lain. (Hana Ivanhoe)
  • Pada dasarnya, kita semua hanya ingin dicintai. (Jamie Yellin)
Tentang Pembelajaran
  • Sekolah telah mengajariku cara belajar tak hanya di dalam kelas, tapi juga di luar kelas. Memangnya dari mana aku belajar cara memanjat, bermain ayun-ayunan dan melompat? dari mana aku belajar cara berkenalan dengan sahabatku? (Jessie Braun)
  • Ada saat-saat istimewa dalam kehidupan kita, dan sebagian besar datang melalui dorongan orang lain. (george Adams)
  • Dalam saat tergelap, jiwa diisi kembali dan diberi kekuatan untuk meneruskan dan bertahan. (Heart Warrior Chosa)
  • Kata-kata "aku adalah...." merupakan kata-kata yang kuat; berhatilah-berhatilah dengan apa yang kamu tuliskan setelah kata-kata itu. Hal yang kamu katakan akan memantul dan menuntutmu. (A.L. Kitselman)
  • Meskipun dunia penuh dengan penderitaan, dunia juga penuh dengan keberhasilan mengatasi penderitaan itu. (Hellen Keller)
  • Orang yang selalu menyalahkan keadaan. Aku tak percaya akan keadaan. Orang yang berhasil di dunia adalah orang yang bangkit dan mencari keadaan yang mereka inginkan, dan, kalau mereka tak menemukannya, mereka akan menciptakannya. (George Bernard Shaw)

~Take from Chicken Soup Book~
 

CHEER UP!! がんばって~ Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal